Sejarah Ibnu Sina Payakumbuh
Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) Sumatera Barat didirikan atas prakarsa Bapak Mohammad Natsir, tertuang pada Akta Notaris Hasan Qalbi No. 20 tanggal 31 Januari 1969.
Pada tahun 1968, Bapak M. Natsir berkunjung ke Sumatera Barat atas undangan Yayasan Kesejahteraan. Pada waktu itu, beliau mendapat kesempatan mengunjungi hampir seluruh Kabupaten di Sumatera Barat yang difasilitasi oleh Gubernur Sumbar saat itu, Bapak harun Zein beserta Muspida Sumbar, dalam rangka pembangunan lahir dan batin di Sumbar. Sewaktu hendak kembali ke Jakarta, sebagai hasil yang didapatkan selama kunjungan tersebut, Bapak M. Natsir menyampaikan suatu saran tertulis kepada Buya Dt. Palimo Kayo, yang isinya berupa harapakn kepada para alim ulama, sebagai pimpinan alamiyah dalam tatanan adat Minangkabau, bersama para cendikiawan, agar dimulailah suatu usaha pelayanan kesehatan berupa poliklinik kecil, dengan harapan agar usaha ini dapat berkembang nantinya. Saran ini diterima oleh para alim ulama dan cerdik pandai, para ahli dan pemuka-pemuka kaum ibu, direstui oleh Gubernur Sumbar, dan sekaligus bersedia menjadi Pelindung bagi badan pelaksana Yayasan Rumah Sakit Islam Sumatera Barat (Yarsi Sumbar).
Yayasan ini mempunyai tujuan tercapainya derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat seluruhnya melalui pelayanan kesehatan tanpa memandang perbedaan agama, kedudukan, warna kulit dan asal usul, bertitik tolak dari niat yang diikrarkan, yaitu “Sesungguhnya shalatku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah, tuhan semesta alam”. Untuk mencapai tujuannya, maka yayasan menyelenggarakan upaya kesehatan serta upaya – upaya lain yang berkaitan dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menyelenggarakan usaha – usaha lain yang dapat menunjang tercapainya tujuan yayasan, dan mengelola harta kekayaan yayasan. Guna merealisasikan tujuan tersebut terutama untuk menyelenggarakan upaya–upaya pelayanan kesehatan, yayasan mendirikan Rumah Sakit yang diberi nama Rumah Sakit Islam ( RSI ) “ Ibnu Sina “ diberbagai daerah di Sumatera Barat, yaitu:
Menjadikan Rumah Sakit Terakreditasi Paripurna dengan Pelayanan Syari’ah di tahun 2026.
Dewan pimpinan yang berdedikasi tinggi
Direktur RS Islam Ibnu Sina Payakumbuh