0752 - 92222 yarsipyk.humas14@gmail.com 24 Jam IGD Siaga
ID / EN
Sosialisasi 02 Sep 2026 AdminIT

PAYAKUMBUH – Digitalisasi layanan kesehatan melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Rekam Medis Elektronik (RME) telah menjadi tulang punggung operasional fasilitas kesehatan modern. Namun, tingginya ketergantungan pada teknologi membawa tantangan tersendiri, terutama ketika sistem mengalami gangguan teknis atau downtime.

Menyadari pentingnya mitigasi risiko tersebut, Tim IT Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Payakumbuh menggelar kegiatan sosialisasi internal bertajuk "Strategi Menjaga Kesinambungan Pelayanan Saat SIMRS/RME Mengalami Gangguan (Downtime System)".

Kegiatan yang dihadiri oleh para tenaga medis, perawat, hingga staf administrasi di seluruh unit pelayanan ini menghadirkan Gunawan, S.Kom dari Tim IT RSI Ibnu Sina Payakumbuh sebagai pemateri utama. Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali seluruh staf dengan pemahaman yang seragam agar tidak terjadi kepanikan dan penundaan layanan saat sistem komputerisasi tidak dapat diakses.

Dalam paparannya, Gunawan, S.Kom menekankan bahwa downtime—baik yang direncanakan untuk pemeliharaan (maintenance) maupun yang terjadi secara mendadak akibat gangguan jaringan atau server—adalah situasi yang pasti akan dihadapi oleh rumah sakit mana pun.

"Teknologi memang memudahkan pekerjaan kita, tetapi keselamatan dan pelayanan pasien tidak boleh ikut berhenti ketika sistem sedang down. Pelayanan prima harus tetap berjalan secara berkesinambungan dengan beralih ke prosedur darurat yang sudah dibakukan," tegas Gunawan di hadapan para peserta sosialisasi.

Untuk memastikan pelayanan tetap aman dan terstandarisasi, Gunawan, S.Kom memaparkan beberapa strategi krusial dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Downtime yang harus diimplementasikan oleh setiap unit:

1. Aktivasi Prosedur Pencatatan Manual (Formulir Fisik)

Langkah pertama dan paling penting saat sistem teridentifikasi mengalami gangguan adalah segera beralih menggunakan formulir rekam medis cetak (manual) yang harus selalu tersedia di setiap nurse station dan unit pelayanan. Tidak boleh ada penundaan tindakan medis, pemberian obat, atau layanan darurat hanya karena menunggu sistem kembali online.

2. Alur Komunikasi Cepat dan Tepat

Gunawan menjelaskan pentingnya komunikasi dua arah antara unit pelayanan dan Tim IT. Ketika terjadi gangguan, unit kerja harus segera melaporkannya ke pusat bantuan (Helpdesk) IT. Sebaliknya, Tim IT akan memberikan pengumuman resmi terkait status gangguan dan estimasi waktu pemulihan (Recovery Time Objective) agar unit pelayanan dapat menakar penggunaan logistik formulir manual.

3. Kewaspadaan Identifikasi Pasien

Dalam masa downtime, risiko kesalahan identifikasi pasien (karena ketiadaan barcode atau peringatan sistem otomatis) akan meningkat. Oleh karena itu, seluruh petugas medis diminta untuk meningkatkan kewaspadaan berganda (double check) secara manual, mulai dari pencatatan identitas, resep obat, hingga instruksi dokter spesialis.

4. Sinkronisasi Data Pasca-Downtime (Masa Transisi)

Ini merupakan titik paling rawan yang sering terlewat. Gunawan menggarisbawahi bahwa pekerjaan tidak selesai saat sistem menyala kembali (uptime). "Seluruh data tindakan, diagnosa, dan obat yang dicatat di kertas secara manual selama sistem down, wajib diinput ulang atau disinkronisasikan kembali ke dalam SIMRS/RME oleh petugas yang berwenang. Hal ini mutlak dilakukan demi menjaga riwayat medis pasien tetap utuh dan valid," jelasnya.

Acara sosialisasi ini berlangsung interaktif dengan berbagai sesi tanya jawab, terutama mengenai skenario-skenario kritis di ruang gawat darurat dan farmasi saat peralihan sistem.

Melalui pembekalan ini, manajemen RSI Ibnu Sina Payakumbuh berharap seluruh staf semakin tanggap, sigap, dan memiliki kesiapan mental serta prosedural yang matang. Dengan kolaborasi yang baik antara Tim IT sebagai penyedia infrastruktur dan para tenaga kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan, mutu serta keselamatan pasien di RSI Ibnu Sina Payakumbuh akan tetap terjamin paripurna dalam kondisi apa pun.

 

Miliki keluhan kesehatan serupa?

Konsultasikan dengan dokter spesialis kami sekarang.

WhatsApp