Menjaga Kesinambungan Pelayanan: Tim IT RSI Ibnu Sina Payakumbuh Gelar Sosialisasi Strategi Hadapi Downtime SIMRS/RME
Sosialisasi - 02 Sep 2026 | AdminIT
PAYAKUMBUH – Digitalisasi layanan kesehatan melalui
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Rekam Medis Elektronik (RME)
telah menjadi tulang punggung operasional fasilitas kesehatan modern. Namun,
tingginya ketergantungan pada teknologi membawa tantangan tersendiri, terutama
ketika sistem mengalami gangguan teknis atau downtime.
Menyadari pentingnya mitigasi risiko tersebut, Tim
IT Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Payakumbuh menggelar kegiatan sosialisasi
internal bertajuk "Strategi Menjaga Kesinambungan Pelayanan Saat SIMRS/RME
Mengalami Gangguan (Downtime System)".
Kegiatan yang dihadiri oleh para tenaga medis,
perawat, hingga staf administrasi di seluruh unit pelayanan ini menghadirkan
Gunawan, S.Kom dari Tim IT RSI Ibnu Sina Payakumbuh sebagai pemateri utama.
Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali seluruh staf dengan pemahaman yang
seragam agar tidak terjadi kepanikan dan penundaan layanan saat sistem
komputerisasi tidak dapat diakses.
Dalam paparannya, Gunawan, S.Kom menekankan bahwa
downtime—baik yang direncanakan untuk pemeliharaan (maintenance) maupun yang
terjadi secara mendadak akibat gangguan jaringan atau server—adalah situasi
yang pasti akan dihadapi oleh rumah sakit mana pun.
"Teknologi memang memudahkan pekerjaan kita,
tetapi keselamatan dan pelayanan pasien tidak boleh ikut berhenti ketika sistem
sedang down. Pelayanan prima harus tetap berjalan secara berkesinambungan
dengan beralih ke prosedur darurat yang sudah dibakukan," tegas Gunawan di
hadapan para peserta sosialisasi.
Untuk memastikan pelayanan tetap aman dan
terstandarisasi, Gunawan, S.Kom memaparkan beberapa strategi krusial dan Standar Operasional
Prosedur (SOP) Downtime yang harus diimplementasikan oleh setiap unit:
1. Aktivasi Prosedur Pencatatan Manual (Formulir
Fisik)
Langkah pertama dan paling penting saat sistem
teridentifikasi mengalami gangguan adalah segera beralih menggunakan formulir
rekam medis cetak (manual) yang harus selalu tersedia di setiap nurse station
dan unit pelayanan. Tidak boleh ada penundaan tindakan medis, pemberian obat,
atau layanan darurat hanya karena menunggu sistem kembali online.
2. Alur Komunikasi Cepat dan Tepat
Gunawan menjelaskan pentingnya komunikasi dua arah
antara unit pelayanan dan Tim IT. Ketika terjadi gangguan, unit kerja harus segera
melaporkannya ke pusat bantuan (Helpdesk) IT. Sebaliknya, Tim IT akan
memberikan pengumuman resmi terkait status gangguan dan estimasi waktu
pemulihan (Recovery Time Objective) agar unit pelayanan dapat menakar
penggunaan logistik formulir manual.
3. Kewaspadaan Identifikasi Pasien
Dalam masa downtime, risiko kesalahan identifikasi
pasien (karena ketiadaan barcode atau peringatan sistem otomatis) akan
meningkat. Oleh karena itu, seluruh petugas medis diminta untuk meningkatkan
kewaspadaan berganda (double check) secara manual, mulai dari pencatatan
identitas, resep obat, hingga instruksi dokter spesialis.
4. Sinkronisasi Data Pasca-Downtime (Masa Transisi)
Ini merupakan titik paling rawan yang sering
terlewat. Gunawan menggarisbawahi bahwa pekerjaan tidak selesai saat sistem
menyala kembali (uptime). "Seluruh data tindakan, diagnosa, dan obat yang
dicatat di kertas secara manual selama sistem down, wajib diinput ulang atau
disinkronisasikan kembali ke dalam SIMRS/RME oleh petugas yang berwenang. Hal
ini mutlak dilakukan demi menjaga riwayat medis pasien tetap utuh dan
valid," jelasnya.
Acara sosialisasi ini berlangsung interaktif dengan
berbagai sesi tanya jawab, terutama mengenai skenario-skenario kritis di ruang
gawat darurat dan farmasi saat peralihan sistem.
Melalui pembekalan ini, manajemen RSI Ibnu Sina
Payakumbuh berharap seluruh staf semakin tanggap, sigap, dan memiliki kesiapan
mental serta prosedural yang matang. Dengan kolaborasi yang baik antara Tim IT
sebagai penyedia infrastruktur dan para tenaga kesehatan sebagai ujung tombak
pelayanan, mutu serta keselamatan pasien di RSI Ibnu Sina Payakumbuh akan tetap
terjamin paripurna dalam kondisi apa pun.
Artikel Terkait
Berlangganan Artikel Kesehatan
Dapatkan tips kesehatan terbaru langsung di email Anda.