0752 - 92222 yarsipyk.humas14@gmail.com 24 Jam IGD Siaga
ID / EN
Kegiatan 01 Sep 2026 AdminIT
PAYAKUMBUH — Fasilitas kesehatan dituntut untuk selalu siap menghadapi berbagai skenario kegawatdaruratan, tidak hanya yang berkaitan dengan medis, tetapi juga ancaman bencana seperti kebakaran. Menyadari hal tersebut, Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Payakumbuh baru-baru ini menggelar pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan simulasi penanggulangan kebakaran bagi para pegawainya.
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen rumah sakit ini menggandeng langsung tim ahli dari Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kota Payakumbuh sebagai instruktur dan pembimbing lapangan.

Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh puluhan peserta yang terdiri dari jajaran manajemen, dokter, perawat, hingga tenaga non-medis dan petugas keamanan RSI Ibnu Sina. Memastikan keselamatan pasien, pengunjung, dan staf merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Pada sesi pertama, tim dari DAMKAR Kota Payakumbuh memberikan pemaparan teori terkait unsur-unsur pembentuk api (segitiga api), klasifikasi jenis kebakaran, serta tata cara pemilihan dan perawatan APAR yang tepat. Para pegawai juga kembali diingatkan mengenai teknik dasar penggunaan APAR yang benar, mulai dari cara mencabut pin pengaman, memegang selang (nosel), hingga menyapukan media pemadam ke titik pusat api agar tidak membesar.

Setelah pembekalan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi yang paling ditunggu-tunggu, yakni simulasi penanggulangan kebakaran di area terbuka. Dalam pengawasan ketat petugas DAMKAR, para pegawai RSI Ibnu Sina Payakumbuh secara bergantian mempraktikkan langsung cara memadamkan kobaran api sesungguhnya menggunakan APAR.

Selain praktik memadamkan api, petugas DAMKAR Kota Payakumbuh juga memberikan simulasi skenario evakuasi. Berbeda dengan gedung biasa, evakuasi di rumah sakit memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena melibatkan pasien dengan kondisi fisik yang terbatas. Oleh karena itu, simulasi ini juga menekankan pada koordinasi antar-unit, cara menghindari kepanikan massa, serta prosedur evakuasi pasien ke titik kumpul aman (assembly point).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan RSI Ibnu Sina Payakumbuh dalam menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Melalui bimbingan langsung dari para profesional DAMKAR Kota Payakumbuh, diharapkan seluruh staf rumah sakit tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki insting yang tanggap, berani, dan tidak panik apabila sewaktu-waktu dihadapkan pada insiden kebakaran di lingkungan kerja.

Miliki keluhan kesehatan serupa?

Konsultasikan dengan dokter spesialis kami sekarang.

WhatsApp