0752 - 92222 yarsipyk.humas14@gmail.com 24 Jam IGD Siaga
ID / EN
Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien, RSI Ibnu Sina Payakumbuh Gelar Pelatihan Medis Terpadu
Kegiatan 29 Aug 2026 AdminIT

PAYAKUMBUH – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menjamin keselamatan pasien (Patient Safety), Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Payakumbuh menyelenggarakan kegiatan pelatihan khusus bagi tenaga medis di lingkungan rumah sakit. Acara yang mengusung tema krusial terkait standar operasional kefarmasian ini dibuka secara resmi oleh Direktur RSI Ibnu Sina Payakumbuh.

Pelatihan yang dihadiri oleh jajaran tenaga kesehatan—mulai dari perawat, bidan, dokter, hingga staf farmasi—ini merupakan wujud nyata komitmen rumah sakit dalam meminimalkan risiko klinis. Dalam sambutan pembukaannya, Direktur RSI Ibnu Sina Payakumbuh menekankan pentingnya pembaruan ilmu (continuous education) dan ketelitian tenaga medis, mengingat setiap prosedur penanganan pasien membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi, terutama dalam hal pemberian terapi pengobatan.

Menghadirkan Pakar dari RS Otak Bukittinggi

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan aplikatif, RSI Ibnu Sina Payakumbuh menghadirkan narasumber ahli di bidang farmasi klinis, yakni Apt. Khairil Armal, S.Si, SpFRS. Saat ini, beliau merupakan praktisi yang bertugas di RS Pusat Otak Nasional (RS Otak) DR. Drs. M. Hatta, Bukittinggi.

Dalam pemaparannya, Apt. Khairil Armal, S.Si, SpFRS membedah dua materi utama yang sangat krusial bagi rutinitas tenaga medis di rumah sakit:

  1. Medication Error (Kesalahan Pengobatan): Materi ini mengupas tuntas klasifikasi, penyebab utama, hingga strategi jitu dalam mencegah terjadinya kesalahan dalam proses peresepan, penyiapan, hingga pemberian obat kepada pasien. Beliau juga menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antar-profesi medis dan penerapan budaya keselamatan (safety culture) dalam lingkungan kerja.
  2. Aseptic Dispensing (Penyiapan Obat Aseptik): Fokus pada standar dan teknik penyiapan sediaan obat steril. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai teknik aseptik yang benar untuk mencegah kontaminasi mikroba, menjaga stabilitas obat, dan melindungi baik pasien maupun tenaga medis yang mencampur obat dari paparan zat berbahaya.

  3. Antusiasme peserta terlihat jelas dari diskusi interaktif yang terbangun selama sesi tanya jawab berlangsung. Pemateri membagikan banyak studi kasus nyata yang sering terjadi di lapangan, sehingga para tenaga medis dapat langsung mengevaluasi dan memperbaiki prosedur operasional yang ada.

    Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan seluruh tenaga medis di RI Ibnu Sina Payakumbuh dapat segera mengaplikasikan ilmu dan keterampilan baru yang didapat ke dalam praktik pelayanan sehari-hari. Dengan sinergi dan standar kompetensi yang terus ditingkatkan, RSI Ibnu Sina Payakumbuh optimis dapat memberikan pelayanan kesehatan yang semakin prima, aman, dan terpercaya bagi masyarakat luas.

    sesuai moto RSI Ibnu Sina Payakumbuh “Kepuasaan Pelayanan Kebahagiaan Kami”

    Miliki keluhan kesehatan serupa?

    Konsultasikan dengan dokter spesialis kami sekarang.

    WhatsApp